Di bawah satu atap

Haiyayayy….

Posted on: March 5, 2006

Hari Jumat minggu lalu, yang paginya (sewaktu mengantar Daniel ke Kiga) masih cerah, sorenya tiba-tiba turun salju lagi. Kalo jalan gak dibersihin mah, 20 cm ada deh. Hmm..bukannya dah masuk spring yak . Nah, karna gak liat-liat keluar jendela, aku baru sadar salju dah tebal. Sewaktu bersih-bersih jalan itu, Frau Graf, si ibu tetangga lewat dan ngobrol sebentar. Beliau ngeluh karna cuaca masih dingin dan turun salju. Yah, maklumlah ibu tetangga ini dah tua, dan lututnya baru dioperasi. Jadi ibu ini takut jatuh kalo jalan di tempat licin dan bersalju, apalagi jalan dari rumahnya menuju jalan raya (lewat rumahku dulu) itu turunan. Setelah si ibu pamit, karna harus pergi, aku lanjut beres-beres lagi.

Sewaktu bersih-bersih itu rupanya Daniel turun ke bawah. Oya, aku keluar rumah itu lewat pintu tengah. Karna aku pikir, pintu depan itu gak bisa dibuka dari luar kalo gak pake kunci. Lah..aku kan pelupa orangnya . Lama juga aku bersih-bersih. Itu juga berhenti karna frustasi..udah dibersihin jalannya, eh turun lagi. Jaketku dah basah, karna salju sempet gantian dengan hujan. Licin..licin dah jalan.

Daan..pas aku mo masuk itu, aku baru sadar. Aku terkunci oleh Daniel di luarrrr…. . Aku gedor-gedor pintu panik sambil panggil-panggil Daniel, juga karna Daniel dah balik ke atas. Aku gak pencet bel, karna pasti Daniel akan nyangka itu tamu. Akhirnya Daniel turun, setelah sempet bingung di mana aku kayaknya. Kusuruh Daniel putar kuncinya. Pintu tengah yang memang butuh-butuh teknik khusus buat ngebukanya, bikin Daniel gak berhasil. Waduh . Aku dah mikir yang harus tunggu Dieter pulang (yg diperkirakan jam 9 malam..untungnya lagi harinya dia pulang). Sementara itu masih jam 5 sore. Di luar…gelap, kedinginan…Daniel sendirian di dalam rumah. Takut dia main-main sama kompor, kabel…

Habis itu aku pergi ke pintu depan. Panggil Daniel lagi untuk ke pintu depan. Aku minta dia ambil kunci di atas lemari sepatu, di sebelah pintu. Untung gak aku gantung kuncinya di tembok , bisa bingung dia ambilnya. Lalu tanpa diminta dia putar si kunci. Tek..satu kali, dia terbalik muternya. Aku bilang, terbalik…dan dia putar balik. Akhirnya, dia kuminta buka pintu..aku gak bisa kan dari luar. Dan terbukaaa… Begitu liat Daniel, gak tau harus marah atau senang. Cuma aku bilang, dia gak boleh main kunci lagi. Kalo kunci-kunci di dalam rumah sih dah aku cabut semua. Duh..Daniel…8-|

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2006
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Banners

%d bloggers like this: